2 Nov 2014

Nami

nami
nama yang menggelegak
di dada seorang penglipur
seperti merkuri
dan asidnya menghakis
dosa dan duka

maskaranya sempurna
seperti sayap keningnya yang menggoda.
belum lagi senyumnya
yang kuntuman tulip dihina kerananya.

kelibatnya mengekori
dari gelap aku hingga bercahaya neon
seiring berjalan di sisi
menghidu lavendarnya
lalu aku berhenti
bila dia berhenti
meratapi perhatiannya
menagih suaranya.

nami
nama yang mendidih
menggeliat dalam kopi
seperti nafas ini meronta-ronta
menyebutnya.

ragu dan bimbang
disambar kilat
bila namanya
abadi di dada.



Fatahul Nizam
2 XI 2014
Padang Nenas