24 Mar 2013

Larut

I

Kupu-kupu itu melulu berlalu sebelum hanyut ditiup bayu.
Bayu keras yang megah menyantas segala yang bernyawa.
Dan dalam tubuh bayu yang menembusi itu, dia berpuisi.
Suaranya perlahan diiring nyanyian si gadis desa.
Bersama mereka bercerita hal-hal lara yang melanda.
Lalu kedua mereka larut dalam paluan rindu sementara.

II

Alunan syair terus bergema.
Hingga esak suara sesak terasa.
Dikucupnya nisan si gadis nesa.
Menadahkan salam terkahir kalinya.



Fatahul Nizam
Blok C
24 III 2013