I
Hingga wajahmu melampaui anggunnya sang ratu,
dan degupan jantungmu memanggil namaku,
maka malam ini berbintangkan rindu.
Tergadai umurku dengan lanjutnya usia mentari,
demi bersinar hingga seawalnya pagi,
lalu malamku beradu disisi.
Cerita yang sama ku bisikkan di cuping,
melenakanmu saat terbaring.
Tersenyumlah kita di dalam hening.
II
Atau puisi ini ku gantung di dinding syurga,
saat kelingking kita bertaut selamanya,
kerana putaran alam ini hanyalah sementara.
Fatahul Nizam
Kolej C
25 IX 2012

